Minggu, 25 September 2011

manusia bodoh


17 Agustus 2011
Awalnya aku pikir semua akan berakhir indah. Awalnya aku pikir tak akan sesakit ini. Hhhhh…
Mencintaimu, menyayangimu bagiku bukan hanya sekedar indah, namun sebuah anugrah, karunia yang tak ternilai harganya. Aku bahagia pernah mengenal sosokmu walaupun aku tak pernah bisa memiliki hatimu. Saat-saat yang ku lalui bersamamu terasa begitu singkat. 2 tahun 6 bulan 14 hari cukuplah bagiku. Sekalipun aku hanya diberi kesempatan hidup 1 hari, aku hanya ingin hidup untuk mencintai dan menyayangi dirimu saja. Cukup dirimu satu.
Ku akui aku kalah di hadapmu. Aku takluk pada kata-kata manismu. Tak pernah aku mengalami cinta se-luar biasa ini.
Dulu… saat aku memutuskan memilih dirimu sebagai kekasihku, aku tak pernah mematok syarat agar kamu juga harus balik mencintaiku. Aku tulus menerimamu apa adanya. Itu sebabnya, kenapa selama ini cintaku tak pernah luntur, tak pernah pudar sedikitpun walaupun sering kali kau sakiti aku. Itu alasannya kenapa selama ini aku bertahan walaupun caci maki, hinaan dari orang-orang disekelilingmu terus saja menerpaku.
Mencintaimu, mampu membutakan mata kasadku, membutakan mata hatiku, menutupi telingaku dari kenyataan, dari segalanya.
Saat mencintaimu, sungguh aku tak bisa melihat sosok laki-laki manapun didunia ini, sekalipun mereka lebih segala-galanya darimu.
Saat mencintaimu, aku tak mampu melihat kenyataan yang ada didepanku bahwa sesungguhnya sedetikpun aku tak pernah ada dihatimu, aku tak pernah memiliki hatimu.
Saat mencintaimu, mata ini, hati ini tiba-tiba saja buta akan semua keburukanmu.
Dan saat mencintaimu telingakupun serasa tuli untuk mendengarkan semua ocehan, cemoohan tentang kejelekan dan kekuranganmu.
Mencintaimu membuatku gila, membuatku tak mampu menikmati hidupku, membuatku kehilangan jati diriku, membuatku melupakan orang-orang disekelilingku yang membutuhkanku, dan membuatku menjadi orang lain. Namun sungguh ku tak menyesali itu. Karena aku menerimamu tulus, apa adanya, benar-benar apa adanya.
Tak peduli kamu siapa, tak peduli kamu seperti apa, tak peduli sekalipun mungkin aku hanya dimanfaatkan ataupun aku hanya sebagai pengisi waktu kosongmu dan tak peduli walaupun aku hanya sebangai pelampiasan nafsumu saja. aku tak peduli semua itu karna Aku hanya ingin mencintaimu. Itu saja.
Mencintaimu membuatku kehilangan banyak hal,,, waktu, materi, teman-teman dan kebahagiaanku. Tapi sekali lagi, aku tak pernah menyalahkanmu atas hal ini. Ini semata-mata karna kebodohanku. Akulah manusia paling bodoh didunia. Mencintaimu, namun tak pernah memilikimu. Sungguh bodoh, amat bodoh.
Hhh… 
Air mataku terjatuh mengingatmu… :’(
Mencintaimu benar-benar mengajarkanku banyak hal.  
Mencintaimu mengajarkanku arti sabar.
Mencintaimu mengajarkanku arti ikhlas, pentingnya harga diri, apa itu setia dan bagaimana merasakan sakit sesungguhnya.
Mencintaimu membuatku terbiasa menunggu.
Namun mencintaimu menunjukkan aku derita berkepanjangan. Mencintaimu membuatku harus hidup diatas cercaan keluargamu.
Aku mencintaimu tapi kau mencintai dirinya (IMA). Hati ini sakit ketika harus membaca setiap statusmu di FB yang kau tujukan untuknya. Begitupun saat aku menerima sms dari IMA. Dalam setiap smsnya selalu tercantum nama HAS-MAH diakhir smsnya.
Cinta tak bisa dipaksa, begitu juga cintaku. Aku tak mau memaksakan cintaku untuk kau balas. Namun, tak seharusnya kau lakukan ini padaku. Tak seharusnya kau bahagia di atas air mataku.
Jika memang sedari dulu kau mencintainya, kenapa kau menyeretku dalam permainanmu. Hampir 3 tahun kita terikat dalam status pacaran dan kau tahu bahwa sebenarnya kau tak pernah mencintaiku.
Apa yang kau cari dariku? Kenapa setega ini kamu padaku. Dosa apa aku padamu kenapa kau jadikan aku bonekamu.
Jika kamu ingin bahagia, tak sepantasnya kau membuat orang lain terluka dalam kebahagiaanmu itu. Bahkan kau tahu persis bagaimana perasaanku padamu. Kau jahat.
Mungkin kau tak pernah merasa bersalah.
Aku maklum itu, aku ngerti itu karna aku tahu bagaimana sifatmu.
Mungkin jika orang lain tahu akan hal ini, mereka hanya akan menyalahkanku, semudah itu aku tergoda rayuanmu dan janji-janji palsum.
Sampai sekarang aku tak pernah berhenti mengutuk diriku. Air mataku terus saja mengalir mengingat ini semua.
Sekalipun selalu saja kau bilang tak ingin berpisah dariku tapi kali ini aku harus benar-benar mengakhiri ini semua.
Tak usah kau mencariku lagi.
***

Aku tak pernah dendam ataupun marah pada keluargamu yang telah mencaciku. Mereka tak tahu yang sebenarnya. Selama ini mereka hanya termakan kebohongan dari orang-orang yang tak menyukaiku. Aku berusaha memaafkan mereka, berbuat baik terhadap mereka sekalipun aku yang tersakiti, sekalipun aku yang terluka.
Mereka tak tahu bagaimana kau mempermainkanku, mereka tak tahu kalo sebenarnya beratus kali kau menyakitiku, kau memanfaatkanku bahkan mereka tak tahu kalau dirimu sebenarnya pernah selingkuh dengan ima dan membuat hatiku hancur. Mereka tak tahu semua itu. Yang mereka tahu aku adalah seorang cewek yang terlalu terobsesi padamu, yang mereka tahu aku memfitnah ima, yang mereka tahu aku tak suka ima, mereka hanya tahu aku menuduh ima dan cemburu buta padamu. Mereka tak tahu itu semua karna antara kau dan ima telah tersusun skenario yang sangat rapi. Sampai kapan kalian akan menutup-nutupi hubungan kalian. Kenapa kalian lakukan semua ini padaku? Kenapa?
kalo memang kalian ingin berbahagia, tolong jangan gantung perasaanku seperti ini. Belajarlah untuk setia pada satu hati bang. Kamu tidak bisa seperti ini terus-terusan. Belajarlah untuk tegas. Kenapa kamu tak pernah memberikan kepastian pada hubungan kita.
Kamu bilang sampai kapan pun tak akan mau putus denganku. Tapi kenyataannya hubungan kita tak selayaknya orang pacaran.
Tak ada perhatianmu lagi, tak ada semangatmu lagi untukku, tak ada waktumu lagi untukku, dan kau juga tak pernah mengakuiku di depan sepupu-sepupu dan keluargamu yang lain.
Kau hanya ingin dilihat sebagai pacarku dihadapan teman-temanku saja. kamu egois bang.
Sekarang lepaskan aku. Aku tak mau kau gantung lagi. Jika kau lebih memilih ima, putuskan hubungan kita. Namun sekalipun kau tak ingin putus denganku aku juga tak ingin bersamamu lagi. Aku juga berdo’a pada Tuhan semoga aku tak dipertemukan lagi dengan orang sepertimu.
Sayangi ima, setialah padanya, aku yakin keluargamu juga pasti akan sangat mendukungmu. Berterus teranglah. Belajarlah jadi pribadi yang dewasa.
Sedangkan aku, biarkan aku menjauh dari kehidupanmu, janganlah mengusikku lagi.
Cukuplah bagiku waktu untuk mencintaimu. Kau tetap yang terindah bagiku sekalipun kau jugalah yang telah memporak-porandakan hatiku. Menghancurkan masa depanku. Namun cinta ini akan selalu ada buatmu sekalipun kau tak lagi menjadi milikku. Aku hanya ingin mencintai.
Aku ikhlaskan semuanya, walaupun terasa sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan. :’(
Aku menyesal tak bisa melihatmu saat kau terakhir ke kosanku pagi itu. Ketika hari pertama dian PMB dan kau yang mengantarnya.
Aku benci hidupku yang terlalu hina dibuatmu.
Aku hanya meminta padamu, jangan lagi kau menjelek-jelekanku didepan teman-temanmu dan juga dihadapan sepupu serta keluargamu yang lain. Aku sudah cukup terlalu sakit.
Maafkan semua salahku, maafkan aku yang tak bisa jadi seperti sosok yang kau mau. Pergilah bersamanya. Dan jangan kembali lagi padaku.
Semoga kau bahagia bersama pilihan hatimu. Jadikan dia yang terakhir bagimu seperti status yg kau tulis di facebookmu.
“aku tak akan melepaskanmu karna kamu cinta terakhir sy”
Setialah padanya.
Cukup aku yang terluka. Jaga kesehatanmu bang.
Luv yuu bang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar